Nikmat Cinta…..


Bismillah.....

Cinta kepada dunia adalah gerbang kejahatan.

Cinta adalah anugerah Allah yang suci dan murni.. Oleh itu, jangan jadikan ia terlalu murah dengan diberikan kepada orang yang tidak berhak.. Cinta yang berlandaskan iman, akan membawa seseorang kepada kemuliaan… Sebaliknya cinta yang tidak berlandaskan Iman, akan menjatuhkan seseorang ke jurang kehinaan… Selain itu, Iman tidak akan terasa “lazat” tanpa cinta dan sebaliknya, cinta juga tidak kan lazat tanpa “Iman” … Sedarilah bahawa cinta adalah ujian yang paling besar yang mampu menguji seseorang dalam melewati usia…. Oleh itu, salurkanlah rasa cinta itu pada jalan yang benar dan jangan kotori kesucian cinta itu mengikut hawa nafsu semata-mata, sehingga menyebabkan cintaMu kepada insan lain melebihi cinta terhadap pencipta mu.. Jadikanlah cinta kepadanya adalah yang utama.. Kelak, cinta sejati akan kita temui.. InsyaAllah…

Sepanjang hayat kehidupan kita ini umpama satu perjalanan yang menuju matlamat jauh. Dipenuhi berbagai suasana, ada kalanya mudah adakalanya susah. Beserta onak, ranjau dan duri. Berhadapan pula dengan cabaran, rintangan juga halangan. Namun semua itu sudah menjadi lumrah kehidupan. Untuk itu kita memerlukan bekalan yang mencukupi dan mampu melindungi diri kita dari tergelincir ataupun tersesat di pertengahan jalan. Juga umpama memandu kereta dalam perjalanan jauh, kita perlu memastikan tidak kehabisan minyak secara tiba-tiba. Apabila terasa lesu, perlu berhenti rehat sebentar serta menambahkan bekalan untuk kenderaan dan diri sendiri.

Justeru itu kita berbicara tentang ini untuk menyegarkan jiwa yang sentiasa diuji dengan berbagai ragam suasana. Semoga dengannya kita terpelihara dari sebarang bentuk penyelewengan dan kesilapan. Kini dengan izin Allah kita sampai kepada bekalan yang Mensyukuri Nikmat, Menyubur Cinta Ilahi.Janganlah kita sesekali mencemari cinta yang suci. Jagalah nilai cinta yang dianugerah Ilahi.

Ilmu Pelita Hidup


Bismillah....

Ilmu pengetahuan bukan hanya untuk dicari dan dipelajari bahkan ianya wajib diamalkan… Menurut perspektif Islam, dengan cara itu dapat meningkatkan darjat hidup manusia didunia dan akhirat… Abu Musa mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air (dan dalam riwayat yang mu’allaq disebutkan bahwa di antaranya ada bagian yang dapat menerima air), lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya.” (Bukhari)

Ilmu yang tidak diiringi amalan akan membawa kepada banyak perkara negatif. Andai matlamat yang kita pegang selama ini untuk mengejar kedudukan semata-mata itu musnah, maka tidak mustahil diri kita akan terjeremus kepada perkara tidak elok, contohnya: mengalami stress hingga menyebabkan putus asa, terbabit dengan gejala sosial, seperti merokok, melepak, merempit, vandalisme, mabuk, menagih dadah bahkan membunuh diri. Hakikatnya, gagal dalam peperiksaan bukan bermakna kita sudah tewas dan tidak mampu untuk mengharungi masa hadapan… Sedarlah wahai sahabatku… Ayuhlah kita beramal dengan ilmu yang ada.. Ilmu yang diterokai kelak akan memberi pulangan lebih lumayan dalam membangunkan martabat diri kita. Dengan memiliki ilmu yang bermanfaat juga, kita akan merasa bertapa indahnya Ciptaan Illahi.